Senin, 30 Juli 2012

Teknologi & Proses Manufaktur


SEJARAH TEKNOLOGI
            Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Sejak zaman romawi kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah tampak berorientasi menuju bidang teknologi secara etimologis, akar kata teknologi adalah “teche” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni.

            Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Deskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin.
            Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
            Dalam memasuki era industraliasasi, suatu pencapaian (bidang industri) sangat ditentukkan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri.
            Sebagian beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. Namun, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.

PENGERTIAN TEKNOLOGI
Teknologi merupakan perkembangan suatu media/alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah.

KEMAJUAN TEKNOLOGI
Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tradisional seperti bercocok tanam, membuat baju, atau membangun rumah. Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu:
  1. Kemajuan teknologi bersifat netral (neutral technological progress) terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukkan (input) yang sama. 
  2. Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor-saving technological progress) terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan. 
  3. Kemajuan teknologi yang hemat modal (capital-saving technological progress) relatif langka terjadi. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan didunai dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.
             Pengalaman diberbagai negara berkembang menunjukkan bahwa campur tangan langsung secara berlebihan, terutama berupa pengaturan pemerintah yang terlampau ketat dalam pasar teknologi asing justru menghambat arus teknologi asing ke negara-negara berkembang.
            Dilain pihak suatu kebijaksanaan terhadap arus teknologi asing, terutama dalam bentuk penanaman modal asing (PMA), justru menghambat kemandirian yang lebih besar dalam proses pengembangan kemampuan teknologi negara berkembang karena ketergantungan yang terlampau besar pada pihak investor asing, karena merekalah yang melakukan segala upayab pengembangan teknologi yang sulit dan rumit.

PROSES MANUFAKTUR
            Proses atau cara, metode dan taktik bagaimana sesungguhnya komponen produksi yang mencakup tenaga kerja, mesin, bahan dari dana yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Metode atau cara pelaksanaan pekerjaan atau tugas secara efisien dengan pertimbangan tujuan, peralatan, fasilitas, waktu, ruang dan biaya yang tersedia. Teknik adalah cara untuk menghadapi, mengerjakan, menangani, atau menyelesaikan suatu masalah.
            Manufaktur adalah proses merubah bahan baku menjadi produk. Proses ini meliputi (1) perancangan produk, (2) pemilihan material, dan (3) tahap-tahap proses dimana produk tersebut dibuat. Pada konteks yang lebih modern, manufaktur melibatkan pembuatan produk dari bahan baku melalui bermacam-macam proses, mesin dan operasi, mengikuti perencanaan yang terorganisasi dengan baik untuk setiap aktivitas yang diperlukan.
            Proses Manufaktur merupakan sekumpulan kegiatan yang terjadi dalam sebuah aktifitas mengubah bahan baku menjadi barang jadi utnuk memenuhi kebutuhan manusia dan lingkungan.
            Tujuan proses manufaktur adalah untuk menghasilkan komponen-komponen yang menggunakan material tertentu dengan mempertimbangkan bentuk, ukuran dan strukturnya, misalnya ketika melakukan proses pengecoran selalu membutuhkan fluiditas cairan yang mampu mengikuti sebagaimana betuk wadahnya sampai akhirnya dibekukan. Dalam sektor manufaktur kita mengenal adanya 2 sistem secara global, yaitu:
  1. Sistem konvensional adalah sedikit operator dan banyak mesin. 
  2. Sistem non konvensional adalah jumlah operator sama dengan jumlah mesin
 PRODUK EKONOMIS
Harga suatu produk tergantung pada harga bahan baku yang digunakan, mesin, upah karyawan, biaya penjualan, penyimpanan dan biaya over head (pemeliharaan). Tujuan untuk membuat produk yang menguntungkan langkah-langkahnya:
  1. Menekan biaya produksi 
  2. Mampu bersaing 
  3. Adanya kebutuhan akan produk tersebut
Selain itu juga terdapat tiga kriteria yang melandasi produk ekonomis, adalah sebagai berikut:
  1. Desain produk harus fungsional (sesuai dengan fungsi) 
  2. Memiliki mutu dan estetika 
  3. Sederhana / simpel 
  4. Pemeliharaan bahan yang tepat 
  5. Proses produksi memenuhi persyaratan dan dengan harga yang rendah.
 PRINSIP PEMELIHARAAN BARANG
Mempertemukan persyaratan yang diminta oleh suatu desain dengan sifat atau kemampuan yang dimiliki bahan yang akan dipergunakan. Tiga syarat utama dalam pemilihan bahan:
  1. Harus memperhatikan sifat mekaniknya (contoh: kekerasan) 
  2. Sifat fisik (contoh: dimensi) 
  3. Harus memperhatiakan sifat kimia (contoh: mudah berkarat)
Berbagai sifat yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan:
  1. Sifat teknik, mencakupi: sifat mekanik, elastisitas, kekuatan tarik, keuletan, batas mulur, sifat fatik (kelelahan), dan inpak (tahan terhadap beban lebih/kejut) 
  2. Proses produksi, mencakupi: mampu mesin (umur ekonomis mesin), mampu las, mampu tempa, karakteristik pengerjaan dingin atau panas. 
  3. Pengaruh lingkungan, mencakupi: daya tahan korosi (karat), daya tahan panas, ketahanan aus, dan pelapukan.

PENGELOMPOKKAN BAHAN
Bahan logam atau ferrous dan non ferrous
  1. Bahan logam ferrous terdiri dari: besi, baja, dan paduannya (ferrous), terdiri dari besi cor kelabu, besi cor putih dan baja. 
  2. Bahan bukan besi dan campurannya (non ferrous) terdiri dari: alumunium, seng, titan, magnesium, tembaga dan nikel.
Bahan non logam atau organik dan anorganik
  1. Anorganik: mineral, semen, keramik, gelas, grafik. 
  2. Organik: plastik, minyak bumi, kayu, kertas, karet, dan kulit.
Klasifikasi proses memproduksi logam secara umum dan non logam setelah modifikasi:
A. Proses untuk mengubah bentuk bahan:
  1. Ekstrasi bijih 
  2. Pengecoran 
  3. Pengerjaan panas dan dingin 
  4. Metalurgi serbuk (proses pembuatan metal atau serbuk/bijih besi) 
  5. Pencetakkan plastik
B. Proses untuk memotong suku cadang agar sesuai dengan dimensi yang dikehendaki:
  1. Permesinan tradisional 
  2. Pengikisan logam
C. Proses untuk penyelesaian permukaan
  1. Pengikisan logam 
  2. Polis/poles 
  3. Pelapisan
D. Proses untuk menyambung bagian atau bahan
E. Proses untuk mengubah sifat fisis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar