Senin, 30 Juli 2012

Proses Manufaktur Logam


A.  Pelumasan dan Gesekan
Hal penting dalam proses manufaktur ketika pembentukkan yakni timbul gesekan yang terjadi antara perkakas pembentuk dengan benda kerja. Kondisi gerakan yang terjadi pada bantalan, roda gigi, dan komponen lainnya secara umum melibatkan:

  1. Antar permukaan yang memiliki kekuatan dan material yang mirip 
  2. Adanya beban plastis sehingga menyebabkan nir permukaan yang mengalami deformasi 
  3. Terjadi pada temperatur rendah 
  4. Diperolehnya pasangan yang kompatibel sebagai bentuk dari terjadinya siklus wear-in.
Mempertimbangkan pemilihan pelumas ketika dalam proses pembentukkan logam yakni:
  1. Menghitung kemampuan pelumas ketika menjadi penghalang termal yang berfungsi dalam menjaga kondisi panas benda kerja dan menjaga supaya tak terjadi gesekan antara perkakas dengan benda kerja 
  2. Mudah dalam melakukan penerapan dan penghilangan 
  3. Kemampuan dalam mendinginkan dan melakukan pembuangan panas dari perkakas. 
  4. Kemampuan untuk melindungi produk dari kejadian korosi ketika benda kerja ditempeli pelumas 
  5. Proaktif dengan permukaan material 
  6. Mampu dalam hal membasahi permukaan 
  7. Aktif dan mampu bekerja dalam aneka kondisi tekanan, kecepatan dan temperatur 
  8. Harga, ketersediaan, dan kemampuan mengalir

B.  Pengaruh Temperatur
Pengaruh temperatur ini terutama dalam hal mengubah sifat material dan perilakunya. Jenis pembentukkan logam ini berdasarkan temperatur disaat terjadi deformasi yakni, hot working atau pengerjaan panas, cold working atau pengerjaan dingin dan kondisi diantara keduanya (warm working).
Pengerjaan panas pembentukkan logam terjadi ketika proses deformasi dilakukan berbarengan dengan rekristalisasi. Pengerasan regangan tidak terjadi karena deformasi plastis terjadi diatas temperatur rekristalisasi. Kejadian ini menimbulkan proses hot working tidak lantas mengakibatkan naiknya kekuatan luluh ataupun kekerasan material.
Proses pembentukkan cold working ini terjadi ketika deformasi dilakukan pada kondisi temperatur dibawah rekristalisasi, makanya itu lebih dikenal dengan proses pengerjaan dingin. Biasanya dilakukan pada temperatur kamar.
Proses warm working terjadi ketika proses pembentukkan logam terjadi diantara temperatur pengerjaan panas dan pengerjaan dingin (ditengah-tengah)
Ada juga yang disebut dengan isothermal forming. Dari proses ini sisi kebaikannya bisa dilihat sebagai berikut:
  1. Tegangan sisa yang dikeluarkan rendah 
  2. Memiliki toleransi yang diperlihatkannya cukup tinggi 
  3. Keseragaman dalam aliran logam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar