Senin, 10 Januari 2011

Perencanaan Teknologi Dan Daur Hidup Teknologi


Manajemen sumber daya teknologi diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk, bisnis atau perusahaan. Dengan demikian, pertimbangan teknologi harus menjadi bagian dari perencanaan strategi perusahaan atau strategi bisnis. Dalam melihat peran strategis dari teknologi, teknologi yang ada diperusahaan dapat menjadi basis kekuatan atau sumber kelemahan bagi perusahaan.



Perencanaan Proses

Ada tiga kategori proses produksi yaitu flow shop, job shop, fixed site. Berikut ini penjelasan terperinci dari tiga jenis proses produksi.

A.  Flow Shop

Flow shop sering disebut dengan tata letak produk karena produk selalu bergerak dengan urutan yang sama dalam proses produksi. Ada 4 jenis flow, yaitu :
  1. Continuous flow, industri mengolah bahan cair, serbuk atau bahan kimia. Contoh : proses pengolahan BBM, CPO.
  2. Dedicated repetitive flow, memproduksi satu tipe produk tetapi memiliki variasi produk (misalnya warna) yang beragam.
  3. Mixed-model repetitive, digunakan untuk memproduksi dua atau lebih model (produk). Waktu perubahan tiap model minimum dan dilakukan pada lintasan produksi yang sama. Karakteristiknya peralatan yang digunakan memiliki fungsi umum, tenaga kerja memiliki mkeahlian multi fungsi, waktu setup sangat pendek, kecepatan lintasan produksi disesuaikan dengan pasar.
  4. Intermittent/Batch flow, secara fungsionalsama seperti continuous atau repetitive kecuali dua atau lebih produk diproduksi menggunakan fasilitas produksi yang sama. Karakteristik Batch flow,peralatan yang digunakan memiliki fungsi umum, peralatan dan tenaga kerja harus dijadwal kontinyu, peralatan disesuaikan dengan spesifikasinya (kecepatan, tekanan dan lain - lain)

Tujuan perencanaan flow shop :
  1. Mengkombinasikan beberapa aktifitas dengan persyaratan : membutuhkan keahlian, peralatan, atau material sama.
  2. Memenuhi persyaratan operasi, misalnya memisahkan aktifitas produksi yang berdebu dengan aktifitas yang membutuhkan lingkungan bersih.
  3. Membatasi jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan setiap stasiun kerja.

B.  Job Shop

Proses job shop dicirikan oleh peralatan yang diorganisir menurut fungsinya (misalnya milling, drilling, turning dan assembling). Karakteristik job shop :
  1. Peralatan produksi dan penanganan material dapat disesuaikan atau dimodifikasi untuk menangani produk yang beragam.
  2. Produk - produk di proses dalam lot atau batch.
  3. Memerlukan perencanaan dan pengendalian produksi yang rinci.
  4. Informasi yang rinci diperlukan untuk melakukan pengendalian.
  5. Beban kerja setiap stasiun kerja berbeda.
  6. Ketesrsediaan sumber (bahan baku, tenaga kerja dan peralatan yang harus dikoordinasikan melalui order planning).
  7. WIP cenderung relatif besar dibandingkan flow shop.
  8. Waktu terbesar produksi adalah waktu menunggu material untuk diproses pada mesin tertentu.
  9. Tenaga kerja langsung memiliki keahlian lebih jika dibandingkan dengan tenaga kerja flow shop.
Job shop memerlukan tenaga kerja yang memiliki keterampilan tinggi, menggunakan peralatan dengan fungsi umum untuk memproduksi suatu produk sesuai dengan pesanan. Job shop dipilih untuk :
  1. Memproduksi prototipe suatu produk baru.
  2. Membuat produk dalam jumlah kecil untuk menguji permintaan pasar.
  3. Memproduksi dalam jumlah kecil.
  4. Memelihara kualitas yang diinginkan sesuai dengan spesifikasi.
  5. Memberikan kesempatan tenaga kerja memproduksi berbagai produk. Spesialisasi tenaga kerja dapat meningkatkan efisiensi, tetapi dalam batas - batas tertentu akan tidak efisien karena kejenuhan.
C.  Fixed Site

Mempunyai karakteristik utama berupa peralatan dan tenaga kerja yang dibawa ke tempat di mana produk akan diproses. Contoh : dok kapal, konstruksi jalan, pesawat terbang dan sebagainya. Karakteristik lainnya :
  1. Tenaga kerja langsung berkeahlian tinggi dan independen.
  2. Jumlah pemesanan kecil dan memiliki sejumlah rancangan khusus.
  3. Peralatan, tenaga kerja, material dan sumber lainnya harus tersedia pada waktu yang tepat untuk menghindari kapasitas non produktif.


Rangkaian Proses

Perencanaa proses produksi (flow shop, job shop, dan fixed site) yang murni jarang ditemukan. Pada umumnya merupakan kombinasidari kedua atau ketiga – tiganya pentingnya mengidentifikasikan rancangan proses produksi karena setiap proses produksi :
  1. Urutan pekerja yang berbeda.
  2. Tata letak pabrik yang spesifik.
  3. Teknik penjadwalan berbeda.
  4. Manajemen berbeda.
  5. Strategi penempatan produk berbeda


Perencanaan Kapasitas

Proses menentukan tingkat kapasitas yang diperlukan untuk menentukan jadwal produksi. Elemen – elemen perencanaan kapasitas :
  1. Tenaga kerja
  2. Jam Mesin
  3. Fasilitas
  4. Luas Gudang
Kekurangan kapasitas :
  1.  Kekurangan pencapaian target produksi
  2. Pengiriman produk ke konsumen terlambat
Kehilangan kepercayaan sistem manajemen. Kapasitas berlebih :
  1.  Utilisasi sumber rendah
  2. Operasi pabrik tidak efisien
  3. Biaya tinggi
  4. Margin keuntungan berkurang


Strategi Perencanaan Kapasitas

Keputusan kapasitas membawa implikasi jangka panjang, sekali keputusan dibuat maka dampaknya bagi perusahaan akan terasa pada waktu yang cukup lama. Kapasitas rancangan yang berlebih menyebabkan inefisiensi dan harga pokok produksi yang mahal. Sedangkan kekurangan kapasitas akan berdampak pada kredibilitas perusahaan.


Peramalan Teknologi

Peramalan adalah prediksi bagaimana suatu variabel akan berubah di dalam jangka waktu tertentu. Peramalan teknologi adalah serangkaian proses formal terhadap penelitian perkembangan teknologi masa depan dikarenakan kemajuan – kemajuan ilmu dan pengetahuan dan perubahan dalam masyarakat. Dalam peramalan teknologi di bagi dua yaitu sebagai berikut.
  1. Technological Opportunity Forecasting (TOF), permalan peluang teknologi merupakan pengetahuan yang handal untuk menilai masa depan dengan mengamati perkembangan yang terjadi saat ini dan memperkirakan peluang yang terjadi pada masa yang akan datang.
  2. Normatif Technological Forecasting (NTF), dengan melihat masa depan (teknologi yang dibutuhkan) kemudian untuk dibuat perkiraan teknologi dan riset yang diperlukan dengan memperhatikan skala waktu.
Berkaitan dengan skala waktu dalam ramalan teknologi, ada tiga yaitu. 
  1. Jangka Panjang (> 5 tahun), dikaitkan dengan makro ekonomi, sosial potensi limbah.
  2. Jangka Menengah (2 - 5 tahun), titik berat pada riset aplikasi pasar dan teknologi.
  3. Jangka Pendek (< 2 tahun), titik berat pada rincian produk dan potensi pasar dengan perhatian khusus bersaing.


Peranan Peramalan Teknologi

Teknologi merupakan instrumen utama dalam menghadapi persaingan global. Peramalan teknologi, merupakan langkah awal dalam memenangkan persaingan.

Peranannya :
  1. Evaluasi potensi pasar terhadap produk atau pasar tertentu sehingga menghasilkan teknologi baru.
  2. Evaluasi tingkat kemajuan terhadap teknologi tertentu.
  3. Evaluasi dampak teknologi baru pada sebuah perusahaan/industri.
Pada level perusahaan, peramalan teknologi :
  1. Untuk menetapkan tujuan riset.
  2. Untuk menyadarkan perusahaan akan ancaman - ancaman dan peluang masa depan.
  3. Untuk mengembangkan komponen riset.


Teknik – Teknik Peramalan Teknologi
  1. Single-trend Extrapolation, pemeriksaan data kecendrungan biaya dan produktifitas dapat berguna dalam mengidentifikasi ide - ide. Misalnya kecepatan pesawat dari waktu ke waktu.
  2. Analisis Substitusi, dengan mengamati pergantian suatu teknologi dari waktu ke waktu. Misalnya : pergantian spare parts kendaraan dari bahan logam ke polimer atau pemakaian perekat sebagai pengganti solder.
  3. Perkembangan Skenario, dengan membuat berbagai kemungkinan perkembangan berdasarkan asumsi tersebut, dampak kemungkinan setiap skenario yang dikembangkan perusahaan. 
  4. Metode Delphi, metode ini lebih sering digunakan untuk peramalan teknologi jangka panjang. Dalam metode ini beberapa perkembangan teknologi yang potensial dimunculkan dan kemudian para ahli (pakar) mengemukakan pendapatnya tentang kemungkinan mana yang akan terjadi. Metode Delphi ini bersifat iteratif/berulang sampai didapatkan suatu hasil ramalan yang fokus.
  5. Analisis Dampak Silang, pendekatan inidengan melakukan pengkajian terhadap saling ketergantungan perkembangan teknologi, serta interaksi dari perubahan - perubahan sosial yang terjadi kaitannya dengan teknologi.
  6. Evaluasi Morfologis, morfologi adalah ilmu bentuk dan struktur. Digunakan untuk menyelidiki mengenai peluang - peluang teknologi baru secara sistematis, dengan cara mengkombinasikan berbagai bentuk teknologi baru. Analisa Morfologi menitikberatkan pada alternatif pengembangan teknologi lengkap dengan penjelasan dari setiap alternatif.


Batasan Akurasi Peramalan

Tidak ada teknik/metode peramalan yang tepat/baik, pasti bias atau kesalahan. Pada peramalan teknologi, komplikasi tambahan :
  1. Interaksi antara teknologi
  2. Permintaan yang tiba - tiba
  3. Penemuan - penemuan ilmiah yang mendasar (misalnya laser) yang menyebabkan percepatan perubahan yang bisa memutus ekstrapolasi kecendrungan yang ada.
  4. Kesulitan - kesulitan memperkirakan tingkat difusi teknologi baru.


Sistem Peramalan Teknologi

Dalam meramalkan teknologi, maka diperlukan :
  1. Kemampuan mengidentifikasi kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi pada masa depan.
  2. Kemampuan menilai resiko, biaya, dan masalah - masalah yang menyangkut kombinasi peralatan.
  3. Kemampuan untuk mengevaluasi implikasi terhadap biaya, pemasaran dan organisasi.


Audit Teknologi

Audit teknologi adalah suatu analisa yang dilaksanakan secara sistematis untuk menilai pemanfaatan teknologi dari suatu perusahaan. Tugas Audit Teknologi adalah melihat kepada kemampuan suatu perusahaan tersebut.

Metode yang dimanfaatkan untuk menilai suatu perusahaan dari 4 hal, yang disebut THIO (Techno, Human, Info, dan Organ Ware), yaitu bagaimana kemampuan teknologi yang dimanfaatkan oleh suatu perusahaan atau unit kerja (techno ware), bagaimana pemanfaatan Sumber Daya Manusianya dalam melakukan pekerjaan terhadap teknologi (human ware), bagaimana informasi teknologi yang dimanfaatkan oleh perusahaan tersebut dan bagaimana informasi kerjanya (info ware), bagaimana bentuk dan manajemen organisasinya (organ ware). Pelaksanaan audit teknologi ini masih bersifat voluntary karena mungkin ada rasa ketakutan dengan kata – kata audit. Padahal audit adalah melakukan suatu pemeriksaan bukan mencari kesalahan. Jadi lebih banyak pada publik, daya saing yang kita audit ke depan dan kepada monitoring. Rekomendasi yang diberikan juga adalah hasil diskusi dengan audity dan perusahaan.

Adapun tahapan audit teknologi adalah sebagai berikut :

A.  Tahap Persiapan (Pre Audit)
  1. Penetapan obyek dan lingkup audit
  2. Kesepakatan audit dengan auditee
  3. Penyusunan kriteria audit
  4. Penyusunan audit plan
  5. Pembentukan tim audit
  6. Metode pengumpulan sumber bukti
B.  Tahap Pelaksanaan Audit (Onsite Audit)
  1.  Pengumpulan data sekunder
  2. Wawancara
  3. Observasi lapangan
  4. Pengukuran
  5. Analisa sumber bukti
C.  Tahap Pelaporan (Post Audit)
  1.  Analisa sumber bukti
  2. Temuan
  3. Penyusunan rekomendasi
  4. Klarifikasi temuan dan rekomendasi pada auditee
  5. Rencana tindak
  6. Pelaporan

Secara umum itu adalah tahapan yang dilakukan pada suatu aktifitas audit teknologi. Waktu yang diperlukan untuk seluruh aktifitas tersebut adalah 3 bulan atau tergantung dari size organisasi yang di audit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar