Jumat, 03 Mei 2013

Ringkasan Azas-Azas Pengetahuan Lingkungan


1.             Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin pesat berakibat pula dengan perkembangan lingkungan yang semakin memburuk. Pembelajaran terhadap lingkungan perlu dilakukan untuk menanggulanginya.
Ilmu Lingkungan merupakan salah satu ilmu yang mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya, antara lain dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, pertanian, sehingga ilmu ini dapat dikatakan sebagai suatu poros, tempat berbagai asas dan konsep berbagai ilmu yang saling terkait satu sama lain untuk mengatasi masalah hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya.
Asas merupakan suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum, yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala (fenomena) dan situasi yang lebih spesifik. Asas dapat terjadi melalui suatu penggunaan dan  pengujian metodologi secara terus menerus dan matang, sehingga diakui kebenarannya oleh ilmuwan secara meluas. Asas di dalam suatu ilmu yang sudah berkembang digunakan sebagai landasan yang kokoh dan kuat untuk mendapatkan hasil, teori dan model seperti pada ilmu lingkungan. Untuk menyajikan asas  dasar ini dilakukan dengan mengemukakan kerangka teorinya terlebih dahulu, kemudian setelah dipahami pola dan organisasi pemikirannya baru dikemukakan fakta-fakta yang mendukung dan didukung, sehingga asas-asas disini sebenarnya merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain (sesuai dengan urutan logikanya). Asas didalam lingkungan perlu diatur sesuai dengan peraturan pemerintah agar dapat terwujud suatu keselarasan anatara lingkungan dengan kehidupan mahluk hidup.

2.             Studi Pustaka
 Pengetahuan lingkungan (environmental science) merupakan ilmu yang relatif muda. Kelahirannya sangat dipacu oleh kekhawatiran akan terjadinya krisis lingkungan dan urgensi diperlukannya landasan pengetahuan yang memadai untuk melengkapi keperluan pendidikan lingkungan. Pendekatan dalam pengetahuan lingkungan bersifat multidisipliner dan interdisipliner, karena ilmu ini mengintegrasikan beberapa cabang ilmu mengenai perikehidupan manusia serta kaitannya dengan berbagai aspek lingkungan masyarakat (mis. sosiologi, ekonomi, seni-budaya, politik, antropologi, pertanian-perikanan-kehutanan, rekayasa, planologi, ilmu manajemen, matematika, geologi, biologi, kimia dan fisika). Asas-asas utama yang digunakan sebagai landasan aspek keterkaitan, hubungan pengaruh-mempengaruhi dan kesaling-bergantungan antara manusia dengan lingkungan sosial, alami, ekonomi atau pun budayanya, adalah asas-asas ekologi.
Tiga tujuan utama dari Pengetahuan Lingkungan adalah untuk:
1.         Memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dasar tentang manusia dan lingkungannya.
2.         Memberikan dasar-dasar kemampuan untuk melakukan analisis mengenai permasalahan lingkungan aktual baik yang terjadi di tingkat lokal, regional ataupun global; dan
3.         Memberikan contoh-contoh solusi alternatif tentang bagaimana mengatasi permasalahan lingkungan melalui pendekatan ekologis dan penerapan teknologis.

3.       Mind Map
Azas-azas pengetahuan lingkungan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, langkah menanggulangi permasalah lingkungan dan tujuan utama. Azas pengetahuan lingkungan memiliki kondisi lingkungan secara kualitas ketersediaan sumber daya alam yang baik jika dikelola dengan baik oleh pengguna lingkungan yaitu manusia. Kondisi lingkungan juga memiliki kuantitas yang cukup banyak untuk dipelihara dengan baik oleh faktor manusia.
Azas-azas pengetahuan lingkungan juga berupaya untuk menanggulangi permasalahan lingkungan yang telah terjadi dengan cara pendidikan lingkungan. Pendidikan lingkungan perlu dipelajari sejak dini, karena manusia yang sadar dengan lingkungan adalah manusia yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, pendidikan lingkungan dapat dipelajari dari pendidikan formal maupun informal langsung bersentuhan dengan lingkungan.
Tujuan utama dari mempelajari azas-azas pengetahuan lingkungan adalah memberikan pemahaman konsep dasar terhadap pemeliharaan lingungan yang baik agar tidak terus tercemar dengan perbuatan tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Tujuan yang selanjutnya adalah memberikan dasar-dasar kemampuan menganalisis mahasiswa terhadap permasalah lingkungan yang telah terjadi dimasyarakat agar lingkungan yang telah tercemar dapat diberikan solusi untuk pembenahan. Tujuan utama berikutnya adalah memberikan contoh solusi alternatif terhadap hasil analisis yang telah dilakukan agar lingkungan yang terlah tercemar dapat diupayakan asri kembali.


4.       Studi Kasus
Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Dari data menunjukan bahwa kota Bandung setiap harinya menghasilkan sampah sebanyak 8.418 m3 dan hanya bisa terlayani sekitar 65% dan sisanya tidak bisa diolah.

5.       Analisis
Program-program yang dilakukan pemerintah daerah yang dapat menanggulangi jumlah pemakaian plastik terhadap hasil sampah harus dapat dikurangi dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah, serta masyarakat harus dapat mengikuti aturan kebijakan pemerintah daerah yang telah dibuat. Apabila kebijakan yang cukup baik tidak diikuti dengan kesadaran masyarakat dengan baik, maka harus dilakukan sanksi tegas terhadap masyarakat jika melakukan pelanggakran terhadap pencemaran lingkungan agar dapat menimbulkan efek jera terhadap masyarakat agar tidak membuang sampah dengan sembarang dan lingkungan dapat terjaga dengan baik dan asri.

Daftar Pustaka

Santoso, Budi. 1999. Ilmu Lingkungan Industri. Depok: Gunadarma.
Soeriatmadja,RE.(1981). Ilmu Lingkungan. Bandung: ITB
Soeriaatmadja, R.E., 1989, Ilmu Lingkungan, Edisi ke-IV, ITB, Bandung.
Tandjung, S.D., 1999, Pengantar Ilmu Lingkungan, Laboratorium Ekologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Makalah Pengetahuan Lingkungan Kelompok 1 Azas-Azas Pengetahuan Lingkunga

1 komentar: