Jumat, 23 Desember 2011

Pergaulan Bebas di Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN



1.1       Latar Belakang
Semakin tingginya frekuensi arus globalisasi di era industrialisasi yang sudah mengglobal serta arus modernisasi dan sekularisasi sangat berpengaruh besar terhadap pergaulan bebas dengan lain jenis (kumpul kebo), baik di perkotaan maupun di pedesaan.

Broken Home di Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN



1.1              Latar Belakang
Kasus broken home adalah dapat dilihat dari dua aspek yaitu (1) keluarga itu terpecah karena strukturnya tidak utuh sebab salah satu dari kepala keluarga itu meninggal dunia atau telah bercerai, (2) orang tua tidak bercerai akan tetapi struktur keluarga itu tidak utuh lagi karena ayah atau ibu sering tidak di rumah, atau tidak memperlihatkan kasih sayang lagi. Misalnya orang tua sering bertengkar sehingga keluarga itu tidak sehat secara psikologis.

Jumat, 11 November 2011

Kemiskinan di Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN



1.1              Latar Belakang
Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. Pada masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masakini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan- kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern.

Jumat, 04 November 2011

Iman Kepada Qada Dan Qadar

BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang
Beriman kepada qada dan qadar merupakan salah satu diantara rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim. Umat Islam memahami takdir sebagai bagian dari tanda kekuasaan Tuhan yang harus diimani sebagaimana dikenal dalam rukun iman. Penjelasan tentang takdir hanya dapat dipelajari dari informasi Tuhan, yaitu informasi Allah melalui Al Quran dan Al Hadits. Secara keilmuan umat Islam dengan sederhana telah mengartikan takdir sebagai segala sesuatu yang sudah terjadi. Kesadaran manusia untuk beragama merupakan kesadaran akan kelemahan dirinya. Ibnu Abbas pernah berkata, “ Qadar adalah nidzam (aturan) tauhid. Barangsiapa yang mentauhidkan Allah dan beriman kepada qadar, maka tauhidnya sempurna. Dan barangsiapa yang mentauhidkan Allah dan mendustakan qadar, maka dustanya merusakkan tauhidnya ” (Majmu’ Fataawa Syeikh Al-Islam). Untuk memahami konsep takdir, jadi umat Islam tidak dapat melepaskan diri dari dua dimensi pemahaman takdir. Kedua dimensi dimaksud ialah dimensi ketuhanan dan dimensi kemanusiaan. Mempelajari atau dengan memahami materi tentang iman kepada qada dan qadar ini, masyarakat dapat memperoleh banyak manfaat. Salah satu diantara sekian banyak manfaat mempelajari iman kepada qada dan qadar adalah memperkuat iman dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Bukan sebaliknya, mempelajari iman kepada qada dan qadar malah membuat seseorang menjadi putus asa dan patah semangat. Setiap manusia tidak ada yang mengetahui qada dan qadar Allah yang akan terjadi pada masing-masing individu, oleh karena itulah kita sebagai muslim wajib mempelajari iman kepada qada dan qadar. Alasan tersebutlah yang membuat penyusun melatar-belakangi pembuatan makalah yang berjudul “ Iman Kepada Qada Dan Qadar “.

Kamis, 13 Oktober 2011

Konflik Sosial di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang

Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.